Payudara & Bokong Nicki Minaj Akan Dirancang Ulang

Jumat, 21 Ags 2015 | 23.01 WIB

Payudara & Bokong Nicki Minaj Akan Dirancang Ulang

Foto: centroOne/Istimewa


Centroone.com - Payudara dan bokong rapper Nicki Minaj selama ini selalu jadi sorotan selain karena karya musiknya yang apik.

Saking menarik perhatian sejumlah fansnya, patung lilin Nicki di Museum Patung Lilin Madame Tussauds Las Vegas pun diserbu. Bahkan, bagian sensitif di patung lilin Nicki tersebut terpaksa dirancang ulang, karena sering disentuh pengunjung.

Dilansir dari laman The Guardian baru-baru ini, pihak musem menuturkan, kalau rancang ulang patung lilin rapper asli Amerika Serikat (AS), 32 tahun ini dilakukan karena banyaknya foto pengunjung museum yang bergaya tak senonoh atau vulgar di samping patung lilin Nicki.

Ali-alih hanya foto di samping patung lilin Nicki, tapi mereka juga berpose vulgar dengan menyentuh atau memegang bagian payudara dan bokong sang rapper. Foto vulgar para pengunjung dengan pose tak senonoh bersama patung lilin Nicki itu pun banyak dijumpai di jejaring media sosial.

Bahkan, ada sejumlah pengunjung yang berfoto dengan menunggangi tubuh patung sang rapper. Hal itulah yang memicu kritik publik atas bentuk patung lilin tersebut.

"Sangat mengecewakan, bahwa pengunjung malah berlaku tak sopan dan kami meminta maaf atas segala ketidak-nyamanan yang disebabkan," ujar pihak museum.

Patung lilin Nicki yang memperlihatkan gaya khas sang rapper di video klipnya bertajuk 'Anaconda' itu memang baru dipamerkan di Las Vegas. Tapi, antusiasme pengunjung terhadap patung lilin Nicki tak terbendung.

Selain karena mempunyai pose yang cukup vulgar, video klip dan lagu 'Anaconda' Nicki terbilang fenomenal dan laris di pasar musik dunia. Sebelumnya, patung lilin vulgar tersebut dikritik oleh rapper Azealia Banks.

"Sebegitu banyak prestasi Nicki, mereka membuat (patung)-nya seperti itu. Mengapa tidak membuatnya (berpose) berdiri sambil memegang mikrofon di tangannya saja," cuit Azealia Banks di akun Twitter-nya beberapa waktu lalu.

Editor: Rie