Motherboard Super Micro Diduga Ditunggangi Perangkat Mata-Mata

Sabtu, 06 Okt 2018 | 17.00 WIB

Motherboard Super Micro Diduga Ditunggangi Perangkat Mata-Mata

ilustrasi (pixabay)


Centroone.com - Pemerintah China dituding menanamkan perangkat mata-mata berukuran kecil (microchip) pada motherboard yang dibuat oleh pabrikan teknologi Super Micro. Motherboard yang sudah "ditunggangi" mata-mata itu kemudian dijual ke sejumlah perusahaan teknologi AS, termasuk Amazon dan Apple. 

Menurut laporan, Bloomberg microchip tersebut awalnya ditemukan oleh Apple dan Amazon pada tahun 2015 dan kedua perusahaan melaporkan temuan mereka kepada FBI yang kemudian melakukan investigasi.  Laporan itu menyebut microchip mata-mata itu disamarkan agar terlihat seperti komponen lain atau dimasukkan ke dalam fiberglass dari motherboard itu sendiri serta terhubung ke prosesor manajemen, memberi mereka akses memberi mereka akses  ke jaringan dan  sistem memori yang lebih jauh. 

Laporan mengatakan bahwa chip akan terhubung ke sistem remote tertentu untuk menerima instruksi dan kemudian dapat melakukan hal-hal seperti memodifikasi sistem operasi yang sedang berjalan untuk menghapus validasi kata sandi, sehingga membuka mesin hingga penyerang jauh. 

Motherboard Super Micro - perusahaan yang berbasis di California - dirakit di Taiwan dan China.  Untuk menyusupkan microchip ke pabrik, para agen menyusup serta mendekati sejumlah karyawan di empat pabrik khusus untuk meminta perubahan desain pada motherboard untuk memasukkan chip ekstra.  Adapun menurut Bloomberg, didalangi oleh militer China. 

Terkait temuan itu, Apple dilaporkan telah menghapuskan sekitar 7.000 server Super Micro di pusat datanya, dan Amazon menjual pusat data China. Apple mengakhiri hubungannya dengan Super Micro pada tahun 2016, meskipun pihaknya mempertahankan bahwa ini adalah karena alasan yang tidak berkaitan.

Terkait kabar ini, baik Super Micro, Apple dan Amazon menolak. Pihak Apple dan Amazon menyebut mereka tidak pernah terlibat dengan FBI terkait investigasi masalah itu.  by