SGE 2019 Ditarget Raup 6,8 Miliar

Selasa, 13 Ags 2019 | 22.00 WIB

SGE 2019 Ditarget Raup 6,8 Miliar

Ketua Dekranasda Surabaya Nanies Chairani (kiri) dan Kadisdag Wiwik Widayati. (Windhi/Centroone)


Centrone.com - Pemkot Surabaya kembali menggelar event bertajuk Surabaya Great Expo (SGE) 2019. Pameran yang digelar selama lima hari, 14–18 Agustus 2019, bakal berlangsung di Exhibition Hall Grand City Surabaya. Event ini menawarkan berbagai potensi, kinerja, prestasi yang telah diraih oleh kalangan usaha, pemerintahan dan masyarakat.

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Surabaya Wiwik Widayati mengatakan, pameran berskala nasional dari Kota Surabaya ini bertujuan untuk menarik para buyers, traders, investor dalam usaha memperluas jaringan pasar nasional maupun global. Disamping itu, event ini sebagai ajang promosi, hiburan, belanja dan rekreasi bagi semua lapisan masyarakat.

“Melalui SGE ini kita ingin memberikan ruang kepada para pelaku industri kreatif atau UKM (Usaha Kecil Menengah) yang ada di Surabaya untuk memamerkan atau mengenalkan produk-produk yang sudah mereka hasilkan,” kata Wiwik, Selasa (13/8/2019).

Wiwik menjelaskan, tahun ini SGE diikuti 184 peserta dengan 197 stan. Mereka terdiri dari pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) serta berbagai sektor pengusaha-pengusaha lain. “Ada 20-an peserta itu dari luar Kota Surabaya, seperti NTT (Nusa Tenggara Timur), NTB (Nusa Tenggara Barat), Mataram dan Sumbawa,” jelasnya.

Selain acara pameran, kata Wiwik, SGE 2019 juga menawarkan slot-slot edukasi seperti workshop. Bahkan, dalam event itu pihaknya juga menyediakan fasilitas layanan on the spot untuk masyarakat. Seperti HAKI, merk, Hak Paten, layanan kependudukan, kesehatan, serta layanan keuangan dari OJK (Otoritas Jasa Keuangan). “Rencananya pembukaan SGE pada 14 Agustus akan dibuka langsung Ibu Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini,” paparnya.

Setidaknya ada 10 BUMN dan tujuh BUMD yang terlibat dalam event ini. Selain itu, ada lima perguruan tinggi dan sekolah, lima asosiasi terkait, 10 perusahaan swasta, tujuh kuliner, 18 UKM Mandiri dan 12 UKM binaan yang bakal meramaikan gelaran tahunan tersebut.

Ketua Dewan Kerajinan Daerah (Dekranasda) Kota Surabaya Nanis Chaerani menyampaikan, dengan bergabungnya Dekranasda dalam event tersebut, pihaknya berharap apa yang dibutuhkan masyarakat lebih mudah diperoleh. “Dalam event ini Dekranasda mengambil tema eksotika bunga kering dan bordir,” kata Nanis.

Saat ditanya alasan Dekranasda mengambil tema tersebut, Nanis menjelaskan, bahwa selama ini kerajinan bunga kering dan bordir dinilai kurang familiar di masyarakat, dibandingkan batik. Maka dari itu, melalui event tersebut pihaknya berharap, kerajinan bunga kering dan bordir di Surabaya bisa lebih berkembang dan lebih diminati masyarakat.

“Kami ingin mereka para pengrajin bunga kering dan bordir tampil ke depan, sehingga nantinya generasi-generasi muda ikut termotivasi untuk mengembangkan,” terangnya.

Ditargetkan, total transaksi yang dicapai pada SGE tahun ini bisa lebih dari Rp6,8 miliar seperti tahun lalu. Pihaknya optimistis jika target itu bisa tercapai, apalagi tahun ini produk yang dipamerkan lebih banyak variannya. “Kita berharap total transaksi tahun ini bisa meningkat antara 10–15 persen dari tahun lalu,” pungkasnya.

Gelaran SGE yang berlangsung selama lima hari itu bakal diisi dengan berbagai rangkaian acara. Diantaranya talk show sertifikasi merk, sertifikasi halal bersama MUI, Healthy Lifestyle, Akustik Performance dan Self Make Up Competition. Selain itu, juga ada pelatihan aneka olahan jamur, budidaya anggrek, workshop kalung dari limbah kulit dan Digital Marketing Facebook Indonesia. (windhi/by)