Hadirkan Layanan Telemedicine, Kemenkes Rangkul 4 Unicorn

Selasa, 24 Mar 2020 | 14.00 WIB

Hadirkan Layanan Telemedicine, Kemenkes Rangkul 4 Unicorn

ilustrasi (pixabay)


Centroone.com - Kementrian Kesehatan menggandeng empat start up raksasa (unicorn) Indonesia, untuk memberikan kemudahan akses terhadap pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Bersama Gojek, Halodoc, Grab dan Good doctor - Kementerian Kesehatan kini menyediakan layanan konsultasi kesehatan secara virtual (telemedicine) bagi masyarakat sehingga bisa diakses dimanapun, kapanpun dan siapapun.

''Harapan kami dalam konteks ini agar bagaimana kita betul-betul memahamkan masyarakat agar komunikasi, informasi dan edukasi dapat sampai ke semua level, semua lapisan masyarakat, dengan adanya platform ini komunikasi dan edukasi kita akan lebih sampai pada akar rumput,'' kata Sekretaris Jendral Kementrian Kesehatan Oscar Primadi. 

Kerjasama itu sendiri - seperti dilansir dari situs resmi Kementrian Kesehatan -  merupakan bentuk penguatan terhadap pedoman yang telah dikeluarkan oleh pemerintah maupun berbagai informasi yang beredar di masyarakat. Selain itu, pemanfaatan teknologi ini sebagai solusi bagi masyarakat dalam menangani Covid-19.

''Goalnya tidak ingin RS menumpuk, masyarakat kebingungan. Saya yakin dengan model informasi seperti ini akan mudah didapat, walaupun pedoman sudah kita berikan, tetapi informasi ini harus sampai lebih massive,'' tuturnya.

Layanan telemedicine yang disiapkan Gojek bersama Halodoc diantaranya membantu masyarakat untuk berkonsultasi, menyarankan apa yang perlu dilakukan dan pengantaran obat sesingkat-singkatnya. Manakala diagnosisnya harus ke rumah sakit, maka akan dirujuk ke RS Rujukan penanganan Covid-19.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Neneng Goenadi, Managing Director Grab Indonesia bahwa dengan diluncurkannya layanan telemedicine dari Grab dan Good doctor diharapkan dapat membantu masyarakat untuk berkonsultasi seputar kesehatannya saat isolasi mandiri.

''Kami juga membantu para pasien untuk bisa self isolation kemudian bagaimana kita memonitor kapan mereka harus ke rumah sakit atau mereka masih bisa tetap dirumah,'' kata Managing Director Good Doctor Technology Indonesia Neneng Goenadi.  bbs